Latest Post

Ramuan Pakan Istimewa Agar Burung Rajin Berkicau Dan Gacor

Ramuan Pakan Istimewa Agar Burung Rajin Berkicau Dan Gacor


Burung gacor atau rajin bunyi memang menjadi dambaan para sobat kicau Burung, dan burung bisa menjadi gacor itu disebabkan karena 3 faktor: pertama yaitu faktor karakter atau trah dari burung itu sendiri, kedua yaitu dari pola perawatan dan lingkungan, dan yang ketiga yaitu asumsi makanannya.

Mungkin soal trah burung dan pola perawatan sobat sudah tau, memang selain karakter dari burung itu sendiri dan pola perawatan, sangat berperan penting dalam keberhasilan dalam merawat burung / menggacorkan burung.

Nah untuk itu kicau Burung akan berbagi tips untuk membuat pakan racikan agar burung momongan kita menjadi sehat sekaligus gacor, dan pakan racikan ini bisa sobat berikan untuk burung-burung Merbah (cucak-cucakan) dan burung kicau lainnya seperti Cucak jenggotKapas tembakAnisCucak ijoPlontang Kenari dan lain-lain.

Bahan-bahan untuk membuatnya adalah:

  1. Apel merah
Buah ini sangat  bagus untuk burung anda, karena dalam tiap 100 gram dari buah ini  mempunyai kandungan gizi dan energi yang besar yaitu
- Energi 49 kkal
- Air 84 %.
- Karbohidrat 13,81gram.
- Protein 0,4gram.
- Gula 11,8gram.
- Vitamin A 2mg yang mampu menjaga kesehatan kulit,bulu,otot-otot tubuh dan saraf mata 
- Vitamin C 15 mg untuk menghambat radikal bebas
- Selain itu ada Vitamin B1, B2, B3, B4, B5, B6, Vitamin E dan Asam folat.

  1. Telur puyuh.
Telur puyuh yang sudah direbus sangat kaya akan protein, jadi sangat bagus untuk pertumbuhan sel-sel yang ada dalam tubuh burung, dan juga mampu meningkatkan daya tahan tubuhnya.

  1. Kroto.
Banyak sobat kicau burung yang sudah tahu tentang manfaat dari kroto, nah untuk kroto ini pilihlah kroto yang masih segar dan sebaiknya pisahkan semut-semutnya.

Jika bahan-bahan sudah di siapkan, selanjutnya adalah proses pembuatannya.

Berikut cara pembuatannya :
  • Kupaslah kulit dan buang isi (biji) dari buah Apel tersebut lalu potong menjadi 4 bagian, kemudian parutlah apel tersebut dan yang di ambil adalah daging buah sisa parutan bukan airnya. mungkin untuk airnya bisa anda minum sendiri, hehee.
  • Lalu campurkan parutan buah apel tadi dengan 4 buah telur puyuh yang sudah di rebus dan di kupas untuk 1 buah apelnya.
  • Lalu campurkan juga kroto segar secukupnya atau  4 sendok teh.
  • Kemudian aduklah ketiga bahan tersebut sampai merata.

NB :  Berikan pada burung secukupnya saja, Dan jangan di berikan setiap hari, sebaiknya diberikan seminggu 2 kali secara rutin, karena pakan ini sifatnya extra bukan sebagai pakan pokoknya. Saat memberikan pakan ini sebaiknya jangan diberikan EF lain, maksudnya agar burung bisa menyantap habis pakan racikannya.


Semoga bermanfaat!!!!!
 

Meningkatkan Power Suara Burung Dan Membuatnya Gacor

Meningkatkan Power Suara Burung Dan Membuatnya Gacor

Untuk menangani burung yang suaranya kurang keluar (tipis), alangkah baiknya untuk mengetahui apa penyebabnya, entah itu usia burung, kesehatan burung, ataukah memang burung nya tidak memiliki trah seperti itu atau orang jawa bilang pawakan (bawaan dari sananya). Banyak juga burung yang kelihatan fit dan sehat, akan tetapi suaranya kurang maksimal dan masih terdengar tipis.

Banyak sekali faktor-faktor penyebab burung kurang maksimal dalam mengeluarkan suara kicauannya. Kali ini ayas akan membahasnya untuk sobat kicau Burung  di manapun berada. Baiklah, untuk pertama kalinya kita harus ketahui beberapa faktor yang menyebabkannya.

Inilah beberapa faktor yang sering menjadi  penyebab power suara burung kurang tembus(maksimal), berikut tips penanganannya:

  1. Faktor umur atau usia burung.
Biasanya burung yang masih muda volume suaranya akan terdengar lirih (ngeriwik), bahkan lagu kicauannya masih terdengar acak-acakan. Kasus seperti ini sangatlah wajar, karena diusia dini burung masih dalam proses belajar berkicau, setelah menginjak dewasa dengan perawatan yang benar pasti burung akan dapat berkicau dengan maksimal.
Tips: Sebaiknya untuk burung di usia seperti ini,  sering-sering di master atau diperdengarkan suara burung-burung yang berkualitas. Atau bisa juga baca disini dan disini
  1. Faktor mental burung.
Burung yang masih bahan atau burung yang  belum beradaptasi pada lingkungan dan masih takut sama manusia, tentunya akan malu-malu untuk berkicau, pas ga ada orang burung mau bunyi, giliran ada orang burung langsung membisu, dan terkadang bunyinya pun sangat pelan (ngeriwik).
Tips: Untuk penanganannya bisa lihat di sini atau klik di sini.  Atau untuk burung yang membisu baca di sini.
  1. Burung yang Mabung.
Burung yang masih menjalani masa mabung, kondisinya kurang fit dan tidak seperti biasanya. Jadi wajar-wajar saja jika burung mabung tidak maksimal dalam berkicau atau bahkan tidak bunyi sama sekali.
Tips: Untuk perawatan burung yang mabung sobat kicau burung bisa lihat di sini. Dan sebaiknya pada masa mabung burung di perdengarkan suara master, karena pada saat mabung dipercaya sebagian pecinta kicau Burung lebih mudah untuk di master. 
  1. Faktor fisik burung.
Layaknya manusia, para pecinta kicau burung percaya kalau fisik pada burung sangat mempengaruhi performanya, misalnya ukuran tubuh, bentuk paruh,  sorot mata dan lain-lainnya.
Tips: Untuk memilih burung, pilihlah burung yang mempunyai tubuh proporsional (Atletis), Sorot mata yang tajam seperti melotot garang, paruh yang tebal panjang dan tidak bengkok, dan pilihlah kepala yang besar dan ceper, dan lain-lainnya.
  1. Burung yang kegemukan.
Seperti manusia, burung yang badannya kegemukan akan terlihat kurang fit dan malas berkicau.Hal ini bisa terjadi karena makanan yang kurang seimbang,  Ef (Extra fooding) yang berlebihan dan kurang penjemuran.
Tips: Sebaiknya Ef jangan berlebihan, pilihlah voer yang mempunyai gizi seimbang. Untuk mengatasi burung yang kegemukan ini adalah sering-sering di lakukan pengumbaran pada burung dan menambah durasi atau waktu penjemuran. Atau bias juga dibaca disini untuk mengatasi burung yang kegemukan.

Itulah beberapa cara atau tips yang bisa dilakukan untuk membuat burung kesayangan kita menjadi lebih baik.

Semoga bermanfaat !!!!!

 

Menjaga Kualitas Hasil Ternak Burung Kenari

Menjaga Kualitas Hasil Ternak Burung Kenari


Menikmati dan mengembangkan hobi ternak burung kenari bagi sebagian orang dianggap sebagai hobi yang dapat memberikan hiburan sekaligus income. Saat berfokus kepada suatu tujuan maka pada saat itu juga sering mengesampingkan beberapa hal kecil yang dianggap tidak berkaitan dengan apa yang menjadi tujuan tersebut, padahal banyak hal kecil yang tanpa disadari berhubungan erat dengan tercapainya tujuan. Adapun hal-hal tersebut antara lain :

1.      Kualitas Materi Indukan: Hal inilah yang mempengaruhi kualitas keturunannya. Dari awal burung kenari sendiri digolongkan menjadi 3 jurusan/orientasi yaitu: kenari yang berorientasi kepada postur, warna dan suara. Dalam perkembangannya peternak sering mengidamkan kualitas kenari mereka yang meliputi ke 3 faktor tersebut dalam 1 sosok burung kenari sehingga untuk mencapai proses ini diperlukan waktu yang cukup lama.
2.      Banyaknya Indukan: Jumlah indukan produktif akan mempengaruhi jumlah produksi yang akan dihasilkan. Tentu saja untuk target profit, materi indukan dalam jumlah banyak akan menghasilkan jumlah/keuntungan yang lebih banyak. 
3.      Pakan: Makanan yang disajikan merupakan asupan gizi yang masuk kemudian diolah dan akan mempengaruhi metabolisme burung. Pada dasarnya semakin cukup dan seimbang gizinya maka kondisi breeding akan menjadi lebih lancar dan meminimalisir masalah kesehatan dalam tiap-tiap burung kenari. Diluar itu kondisi pemberian pakan yang bersih dan sehat serta dalam porsi yang cukup akan membantu produktivitas ternakan.
4.      Multivitamin/Supplemen: Dirasa menjadi suatu kebutuhan layaknya manusia yang membutuhkan mulvitamin untuk membantu menjalani aktivitasnya sehari-hari agar tidak mudah terserang penyakit dan selalu bertenaga. Pada dasarnya burung membutuhkan beberapa vitamin A,B,C,D,E yang sebenarnya sudah ada dalam pakan biji-bijian dan extra fooding berupa sayuran, telur dan buah-buahan setiap harinya. Dalam kondisi tertentu peternak menggunakan multivitamin guna memantabkan langkah breeding mereka dan berusaha memenuhi gizi burung tangkarannya. 
5.      Kesabaran: Adalah sikap di saat dihadapkan kepada masalah atau halangan dalam beternak. Suatu saat mungkin kita akan berpikir mengapa orang lain bisa mengembangkan dan menangkarkan kenari dengan produktivitas yang tinggi sedangkan kita sendiri susah payah tidak berbuah manis. Dalam hal ini diperlukan kesabaran sekaligus perubahan guna mencapai target yang diinginkan. Kesuksesan juga tidak lepas dari pengetahuan dan pengalaman-pengalaman sebelumnya.
6.  Cuaca/Iklim: Tidak bisa disangkal bahwa cuaca/iklim juga mempengaruhi produktivitas dan kondisi peternakan. Sudah menjadi hukum alam jika makhluk hidup yang ada di bumi mengalami siklus alam sesuai dengan gejala alam itu sendiri. Musim yang kerap menjadi kendala para peternak adalah saat musim hujan dimana matahari yang jarang menampakkan sinarnya ataupun saat musim pancaroba/pergantian musim dimana seringkali mengalami cuaca ekstrim dan sulit untuk ditebak. Cuaca yang kurang baik (terlalu dingin atau terlalu panas) membuat kondisi burung menjadi sulit untuk top perform dan harus dibantu dengan setelan pakan dan kondisi ruangan yang kondusif.
7.  Kebersihan: Pepatah mengatakan "kebersihan adalah pangkal kesehatan" dimana kondisi tempat ternak yang bersih, pakan yang bersih serta air minum yang bersih akan membuat burung menjadi riang, senang dan gembira. Dengan kata lain kebersihan yang menyeluruh akan menjauhkan dari parasit, penyakit dan meningkatkan produktivitas ternak.

Sebagai tambahan, obat-obatan juga diperlukan saat kondisi burung terserang penyakit dimana langkah cepat untuk mengobati menjadi aspek penting dalam menentukan kesehatan burung itu sendiri. Terlepas dari itu bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati, sehingga burung akan sehat tanpa harus dimasuki obat-obatan atau zat kimia yang sebenarnya juga tidak begitu bagus untuk vitalitas burung dalam waktu jangka panjangnya.

Semoga bermanfaat !!!!

 

Rawatan Tepat untuk Cucak Hijau

Rawatan Tepat untuk Cucak Hijau

Cucak hijau (Chloropsis sonneratii) sampai kini masih menjadi salah satu jenis burung kicauan yang popular di Indonesia. Selain harganya yang relatif terjangkau bagi mayoritas kicaumania, setidaknya dibandingkan dengan murai batulovebird dan cucakrowocucak hijau juga terkenal pintar menirukan beberapa macam suara, baik suara burung maupun suara lingkungan sekitar. Meski demikian, masih banyak sobat kicaumania yang mengeluh karena burungnya tidak juga gacor.
Kunci perawatan semua jenis burung kicauan sebenarnya simpel (tapi tidak mudah), yaitu suka / hobi, sabar, telaten, dan konsisten. Sebenarnya ketika kita mengaku sudah hobi, mestinya tiga faktor yang lain akan mengikuti. Kalau tidak sabar, tidak telaten, dan tidak konsisten, mengapa harus repot-repot memelihara burung? Ah, ini sekadar intermezo, tapi sekaligus pengingat dan penyemangat bagi Anda agar tak berputus asa dalam memelihara burung.

Perpaduan antara kesabaran, ketelatenan, dan konsistensi dalam perawatan cucak hijau inilah yang akan ayas jabarkan dalam lima tindakan berikut ini :

  • Bijak dalam memilih pakan yang tepat
  • Konsisten dalam memandikan burung (pagi dan sore)
  • Rutin melakukan penjemuran
  • Pastikan burung dalam kondisi fit
  • Selalu komit terhadap kebersihan sangkar / kandang
Sepertinya simpel kan? Tetapi, sekali lagi, tidak mudah untuk dilakukan jika kita memang tidak terlalu hobi dengan burung kicauan, khususnya cucak hijau. OK, kita uraikan satu-persatu agar problem cucakhijau Anda yang sulit gacor bisa segera teratasi.

1. Bijak memilih pakan yang tepat
Burung cucak hijau termasuk burung pemakan buah dan serangga. Dalam hal ini, pakan utama sebenarnya buah-buahan, adapun serangga menjadi pakan tambahan alias extra fooding (EF).
Dalam konteks burung piaraan dan penangkaran (kita tidak bicara lagi tentang kehidupannya di alam liar), cucak hijau lebih menyukai buah pisang kepok berwarna putih, pepaya, dan apel.
Karena ketiga jenis buah ini merupakan favoritnya, maka diusahakan akan pemberiannya dapat dilakukan berselang-seling setiap hari. Bisa juga ketiganya disajikan setiap hari, dibuat semacam koktail dan dicampurkan dalam satu wadah.
Cara membuat koktail untuk burung:
Rawatan Tepat untuk Cucak Hijau

Pisang kepok putih
  • Daging buah pisang kepok, pepaya, dan apel diiris kecil-kecil berbentuk kotak.
  • Campurkan semua potongan buah dalam wadah pakan.
  • Tambahkan madu secukupnya (beberapa tetes saja), dan diaduk agar sebaran madu merata (ingat, cuci tangan dulu sebelum memegang semua buah).
Mengapa pisang kepok yang diberikan kepada cucak hijau harus berwarna putih? Bukankah yang kuning lebih manis ?
Memang, pisang kepok kuning lebih manis bagi lidah manusia, tetapi belum tentu manis untuk lidah burung. Ada beberapa jenis burung yang menyukai pisang berwarna kuning, misalnya nuri, kasturi, jalak, serindit, dan sebagainya.
Sedangkan cucak hijau lebih menyukai pisang kepok putih. Hal ini sebenarnya menguntungkan, karena kandang tidak cepat kotor. Sebab pisang jenis ini sangat kenyal, tidak seperti pisang berwarna kuning yang buahnya lembek, sehingga membuat burung cepat belepotan dan dasar sangkar pun menjadi jorok.
Sebagai variasi, Anda juga bisa mencoba cara penyajian yang berbeda untuk pisang kepok putih. Ini jika Anda pada hari itu tidak ingin memberikan pakan buah dalam bentuk koktail. Sekiranya jadwal hari itu adalah pisang kepok putih, Anda bisa mencoba variasi berikut ini :
  • Rebus pisang kepok putih dalam air.
  • Beberapa saat setelah api dinyalakan, tambahkan sedikit garam beryodium ke dalam air rebusan tersebut.
  • Jika sudah tanak / matang, angkat pisang dan diangin-anginkan sampai suhu normal.
Variasi ini sudah dicoba beberapa kicaumania dan dampaknya memang jauh berbeda dengan pemberian pisang sebagaimana biasanya. Burung cucak hijau yang semula sulit gacor menjadi lebih rajin bunyi. Karena tidak ada efek sampingnya, tidak apa salahnya kalau Anda mencoba tips ini di rumah, khususnya untuk cucak hijau yang sulit bunyi, atau tidak gacor-gacor.
Bagaimana dengan serangga?
Serangga yang cocok untuk cucak hijau antara lain jangkrik, kroto dan ulat hongkong. Porsi bisa disesuaikan setiap hari. Bagi yang tidak suka dengan ulat hongkong (kecuali untuk rawatan saat  lomba), sebaiknya cukup diberi jangkrik dan kroto.
Pasalnya, pemberian ulat hongkong (juga ulat bambu) secara berlebihan bisa membuat bulu cucak hijau cepat rontok. Hampir semua jenis burung dari keluarga cica daun (leafbird) sering merontokkan beberapa bulunya ketika stres. 
Waktu yang tepat untuk memberikan kroto adalah pagi hari. Sekitar 30-60 menit kemudian bisa diberikan jangkrik, sesuai dengan kemampuan burung. Sebagian besar cucakhijau hanya mampu mengkonsumsi 3 ekor jangkrik dalam sekali pemberian. Itu sebabnya, setelan dasar yang digunakan dalam pemberian jangkrik di pagi hari adalah 3 ekor.

Tetapi ada juga individu cucak hijau yang mampu menyantap 4-5 ekor. Untuk mengetahui kemampuan cucak hijau dalam mengkonsumsi jangkrik, sediakan 5 ekor jangkrik dalam cepuk EF. Jika kemampuan burung hanya 3 ekor, maka jangkrik keempat biasanya dimain-mainkan saja di paruh burung. Jika kemampuannya hanya 4 ekor, maka jangkrik kelima akan diperlakukan seperti itu juga.

Meski individu tertentu bisa menghabiskan 5 ekor sekaligus, Anda jangan memberikan porsi lebih dari itu, karena dikhawatirkan akan membuatnya over birahi. Selain itu, Anda juga mesti rajin memantau perubahan kondisi birahinya jika setelan jangkrik diubah menjadi 5 ekor.
Bagaimana pula dengan voer?
Penggunaan voer untuk cucak hijau sampai saat ini masih menimbulkan perbedaan pendapat di sebagian penggemarnya. Ada yang menganggap voer tetap perlu, karena merupakan antisipasi jika Anda tidak bisa membeli kroto dan serangga (bukan kehabisan duit, tapi kehabisan stok di pasar / kios burung, he..he..).
Semangat awal penggunaan voer untuk burung kicauan dulunya seperti itu, selain untuk tujuan lain, yaitu lebih menjamin kebutuhan gizi yang serasi dan seimbang antara protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, vitamin, dan mineral. Sebab burung ada di dalam sangkar, dan hidup-mati si burung tergantung dari pakan yang Anda berikan. Karena itu, dalam panduan perawatan cucak hijau yang ayas berikan, voer pun tetap menjadi salah satu bahan pakan untuk burung.
Namun tidak semua kicaumania memberikan voer kepada cucak hijau, terutama burung lomba. Alasannya untuk menjaga kualitas suara dan mentalnya. Alasan ini didasari bukti bahwa cucak hijau yang sering menjuarai lomba biasanya tidak pernah diberi voer.
Meski demikian, tidak semua cucak hijau juara itu tidak pernah diberi voer. Ada burung jawara yang makan voer. Intinya, jangan mudah memberi vonis bahwa cucak hijau yang diberi voer tak mungkin juara. Sebab, tidak semua cucak hijau yang hanya diberi buah dan serangga pasti juara kan?

Lebih bijak jika ayas menyerahkan semua pilihan itu kepada kicaumania sendiri. Jika ingin meniadakan voer, silakan. Jika tetap mempertahankan penggunaan voer, silakan juga.

2. Konsisten dalam memandikan burung (pagi dan sore)
Maksud memandikan di sini bisa berarti Anda menyiapkan bak/karamba mandi, dan biarkan burung melakukan aktivitas mandinya sendiri. Tetapi bisa juga Anda memang memandikannya dengan cara disemprot.

Aktivitas mandi bisa dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi hari (sekitar pukul 07.30 0- 08.00) dan sore pukul 16.00. Cara lebih bijak adalah menggunakan bak / karamba, karena sensasi yang dirasakan burung jauh berbeda daripada dimandikan dengan cara disemprot.
Tetapi dari beberapa perbincangan, banyak kicaumania yang mengaku cucak hijaunya tak mau mandi di karamba. Kalau itu yang terjadi, Anda tak perlu panik, karena ini sudah menjadi tabiat dari individu burung itu sendiri. Hal seperti ini juga dijumpai pada jenis burung lain.

Jika cucakhijau terlihat sering mandi di dalam wadah air minum, Anda bisa menyiasatinya dengan menyediakan wadah air yang lebih besar. Misalnya, wadah pakan yang lazim digunakan lovebird sebagai bak mandinya. Kalau tetap tidak mau mandi, maka penyemprotan air hingga basah bisa diberikan selama burung dalam kondisi jinak.
3. Rutin melakukan penjemuran
Penjemuran sebaiknya dilakukan setelah burung mandi dan selesai diangin-anginkan. Penting diperhatikan, bulu burung yang masih basah usai mandi jangan langsung dijemur, tetapi mesti diangin-anginkan dulu di teras. Jika langsung dijemur, maka bulu menjadi kusam, warna bulu tidak cerah lagi, bahkan kegetasan bulu berkurang sehingga mudah rusak atau retak-retak.
Silakan diangin-anginkan beberapa menit, sampai bulu-bulunya mulai kering. Saat dianginkan, burung biasanya akan bersolek, menata bulu sesuai dengan instingnya, sehingga terlihat rapi. Setelah kering, barulah burung dijemur di bawah sinar matahari pagi. 
Penjemuran bisa dilakukan selama 1-2 jam untuk daerah panas, atau bisa juga 2-3 jam untuk daerah sejuk. Selama penjemuran, sebaiknya wadah pakan dan air minum diangkat terlebih dulu. Tujuannya agar burung lebih konsentrasi dalam penjemurannya.
Penjemuran yang efektif adalah ketika burung memiringkan badannya serta mengembangkan bulu-bulunya beberapa waktu lamanya. Jika ada wadah pakan dan minum, burung akan lebih asyik menikmati santapannya.

Selain itu, menyingkirkan wadah air minum dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan serak pada burung. Sedangkan menyingkirkan wadah pakan dimaksudkan agar voer tak rusak akibat terkena cahaya matahari secara langsung.

4. Pastikan burung dalam kondisi fit
Pada manusia, kondisi fit seseorang ditentukan oleh tingkat kebugarannya, asupan makanan, dan istirahat. Burung pun juga memiliki kebutuhan seperti itu untuk mencapai kondisi fit. Tidak mungkin cucak hijau bisa gacor jika kondisinya tidak fit.
Cucak hijau (sebenarnya semua jenis burung) menemukan kebugarannya jika setiap hari mandi, dijemur, dan bisa leluasa bergerak di dalam sangkar. Asupan pakan cucak hijau di alam liar dan di dalam sangkar jelas berbeda.
Di alam liar, burung bisa menyeimbangkan kebutuhan nutrisi secara instinktif (sesuai dengan nalurinya). Tetapi di dalam sangkar, semuanya tergantung dari pakan. Bagi yang mengandalkan buah dan serangga, kemungkinan yang sangat mudah terjadi yaitu burung kekurangan vitamin dan mineral.
Kebutuhan karbohidrat sangat mungkin tercukupi dari pisang kepok putih dan apel; protein dan lemak dari jangkrik dan kroto; serat kasar dari apel. Sebenarnya beberapa vitamin dan mineral juga terkandung dalam pisang kepok, apel, dan pepaya, tetapi tidak lengkap dan biasanya belum sesuai dengan yang dibutuhkan seekor burung.
Itu sebabnya, hasil penelitian yang dilakukan sejumlah pakar perburungan cukup mengejutkan, di mana sebagian besar burung peliharaan di rumah yang hanya mengandalkan pakan (tanpa suplemen multivitamin dan multimineral) mengalami kekurangan vitamin A,  vitamin D, serta mineral kalsium. Sedangkan burung yang mengalami defisiensi vitamin E “hanya” 27%.
Berikut ini mean (rata-rata) dari beberapa hasil penelitian mengenai burung piaraan di rumah yang sama sekali tidak dibarengi dengan pemberian multivitamin dan multimineral :
·         27% burung peliharaan kekurangan vitamin E.
·         67% burung peliharaan kekurangan vitamin A.
·         97% burung peliharaan kekurangan vitamin D.
·         98% burung peliharaan kekurangan kalsium.
Atas pertimbangan itulah, sebagian besar burung lomba diberi multivitamin dan multimineral. Banyak produk kedua suplemen tersebut di pasaran. Pemberian multivitamin bisa dilakukan 3x dalam seminggu, sedangkan multimineral cukup 1x seminggu.

5. Selalu komit terhadap kebersihan sangkar / kandang
Menjaga kebersihan sangkar / kandang sangat mutlak jika Anda menginginkan burung selalu sehat, aktif, dan rajin berkicau. Sangkar yang kotor mudah mengundang berbagai bakteri, kutu, dan tungau yang bisa menyebabkan berbagai gangguan penyakit.
Kalau mikroba itu masuk masuk ke paruh, kerongkongan, tembolok, dan saluran perncernaan lainnya, pasti akan menimbulkan gangguan pencernaan. Jika tungau, terutama tungau kantung udara, masuk ke paruh, tenggorokan, dan saluran pernafasan lainnya, tentu akan menyebabkan burung menjadi serak atau gangguan pernafasan lainnya.

Anjuran menjaga kebersihan kandang / sangkar burung sepertinya terdengar klise, tapi dalam praktiknya sering diabaikan sebagian kicaumania.
Sangkar bisa dibersihkan pada waktu penjemuran atau burung sedang mandi di karamba. Jadi, saat burung dijemur menggunakan kandang umbaran atau sangkar lebih luas. Seminggu sekali, usahakan jangan sekadar membersihkan sangkar saja, tapi dilanjutkan dengan menyemprotkan desinfektan.
Anda bisa menggunakan desinfektan yang dibeli dari apotek / toko bahan kimia, yang didesain untuk membunuh dan mencegah tungau, kutu, jamur, bakteri, dan virus masuk ke sangkar / kandang.
Ada rangkaian logis yang perlu diingat. Sehebat apapun Anda merawat burung, kalau sangkar / kandang kotor, maka sangat berpotensi menurunkan derajat kesehatan burung. Jika derajat kesehatan burung menurun, burung gacor pun bisa menurun kegacorannya, apalagi burung yang sedang kita rawat agar cepat gacor.  
Rawatan Tepat untuk Cucak Hijau

Rawatan tepat membuat cucak hijau makin mantap.

Itulah beberapa tips mengenai bagaimana perawatan burung cucak hijau, mulai dari bakalan sampai yang sudah jadi atau rajin bunyi.
Semoga bermanfaat.